gong

memaknai ketidak berdayaan dalam kuasa-Nya,berkarya dalam kemampuan yang diberikan-Nya
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2011

Sebongkah Tirani


Apalagi yang yang kau katakan
Omong-omong
Kepompong kosong
Metamorfosis yang patah
Tirani menjagoimu berlisan
Kamuflase dan kemunafikan

Bumi ini rintih menangis
Kau hanya senyum sinis
Meminta, lupa memberi
Malumu terkikis habis
Teran nafsu egois
Bangga jika yang lain miris
Lupa  jika waktumu kian habis

 Pohon-pohon telah ditinggalkan daun
Akarpun tak lekat lagi dibumi
Cakar-cakar jagat memelas
Jangan Tanya salah siapa
Jawabnya tlah kau punya
Dekotomi takperlu dicari
Terani keangkuhanmu

Bumi ini bukan milikmu
Sadarlah itu
Biarkan kakimu menginjak tanah
Jangan lagi serakah
Semua segera punah
Jangan tunggu bumi ini lelah
Segeralah berserah

Pendar buih nafsu sesat
Tiadalah berguna
Kau masih dipinjami mata
Tataplah gundah mereka
Menagis,kelaparan,kesakitan, teraniyaya
Dengarlah rengekan meraka
Yang selalu dalam kekurangan
Kehilangan kemerdekaan

Berhentilah omong kosong
Dengarlah suara perut-perut kosong
Dan rintih sakit kemiskinan
Ronta-ronta kecewa dimana-mana
Bumi ini kata orang “kaya raya”
Mengapa harus banyak jelata

Ayah

Ayah…
Akhirnya kau pergi tuk selamanya
Rasanya hanya sesaat saja kita bersama
Mengukir kenangang indah
Begitu cepat kita harus berpisah
Sebelum aku sempat berbakti padamu
Belum sempat aku membahagiakanmu
Pergimu hanya dapat kuantarkan
Dengan doa dan air mata
Habis lisan tuk berkata-kata
Tuhan lebih mencintai ayah

Walau bukan sesal melepasmu
Tapi…
Aku amat kehilanganmu
Tempat kuberbagi suka dan duka
Kau slalu membuatku tersenyum saat aku sedih
Kau selalu membuat senyumku jadi tawa
Kau sering menggodaku hingga aku marah
Kau sering mencandaiku
 hingga mukaku memerah
lalu kita tertawa bersama
kau merayuku
hingga aku rebah dipelukanmu
hingga hilang marahku
lalu kau memanjaku
kini tiada lagi  dirimu ayah

Ayah…
Aku sering kali nakal
Aku sering mengecewakanmu       
Kau marah dan menasihatiku
Setalah itu….
Kau peluk erat diriku
Penuh cinta dan kasih sayang
Aaah…..ayah semuanya indah
kini tiggal kenangan

Ayah…
 betapa besar pengorbanmu untukku
aku tak sanggup membalasnya
kasih sayangmu padaku
melebihi luasnya langit dan bumi

Ayah..
hanya doa kupanjatkan untukmu
Semoga pintu surga Tuhan
terbuka lebar untukmu
Semoga kau menikmati keabadian firdaus
Ayah..
Air mata dan doaku mengiringi kepergianmu
Selamat jalan ayahku tercinta

Tuhan terimalah ayahku dipelukan-Mu
Ampunkan dan sucikanlah dari segala dosa
Tempatkanlah beliau ditaman surga-Mu
Aku mencintaimu ayah, tak terbatas waktu